Aku sangat mencintai suamiku. Aku mencintai suamiku karena cara dia mencintaiku. Aku mencintai suamiku karena cara dia memperhatikanku. Aku mencintai suamiku karena cara dia mengerti maksudku. Aku mencintai suamiku karena cara dia memanggilku. Aku mencintai suamiku karena cara dia mengucapkan selamat tidur. Aku mencintai suamiku karena cara dia mengecup keningku saat bulan beranjak ke peraduannya. Aku mencintai suamiku karena cara dia mengatakan, ” Aku kangen banget sama kamu, o`on! “
Suamiku sangat mencintaiku. Suamiku mencintaiku katanya karena caraku memberikan seluruh cintaku untuknya. Suamiku mencintaiku katanya karena dengan kesabaranku menghadapi dia. Suamiku mencintaiku katanya karena uniknya aku mengucapkan kata cinta. Suamiku mencintaiku katanya karena cuma aku yang bisa buat dia jatuh cinta lagi…lagi…lagi
Aku tahu suamiku dari yang paling pribadi sekalipun. Aku tahu suamiku itu gemar bermain sepak bola. Aku tahu suamiku itu akan melupakan segalanya kalau sudah berada di lapangan hijau itu. Aku tahu suamiku paling suka sekali makan sambal yang amat sangat pedas. Aku tahu cuma sambal bikinanku yang bisa bikin dia mengeluarkan butir-butir keringat di dahinya. Aku tahu suamiku itu
Masih banyak lagi alasan mengapa kami saling mencintai. Tidak ada yang tahu tentang cerita cinta aku dan suamiku. Tidak ada yang tahu tentang itu.